- maaf Dr Fajar Subroto, SpA
maksud saya tumbuh kembang seperti global kognitif, bahasa ekspresi dan artikulasi, bahasa reseptif, motorik halus, motorik kasar, prilaku, emosional, kemandirian, sekolah... maaf yaa dok saya banyak nanya kalau perkembangan seperti diatas terganggu ga dok kira2 ?? terus faktor apa yang berpengaruh dalam mengganggu perkembangan anak tersebut dok ? terimakasih dokter
Pengirim: Erlangga Perwira Negara
Jawaban:
Bp Erlangga yth,
Perkembangan kognitif, bahasa, motorik halus dan kasar pada umumnya tidak terganggu. Perkembangan emosi dan kemandirian mungkin agak terganggu karena pada anak dengan sakit berat atau kronis biasanya akan diperlakukan agak istimewa oleh keluarga, disamping itu gangguan karena rasa sakit,rasa berbeda dg anak lain.
Pada anak yg lebih besar rasa putus asa dan rendah diri akan sangat berpengaruh thd perkembangan emosi.
Penanganan yang holistik bersama dengan disiplin ilmu yg lain seperti psikolog,rehab medik, ahli gizi akan sangat membantu.
Tim dr YKAKI
- assalamualaikum,, dok saya ingin tanya bagai mana perawatan paliatif dalam tumbuh kembang anak ?? mksdnya gmn sih tumbuh kembang anak yang menderita kanker apakah sama dengan anak2 normal pada umumnya ???
Pengirim: Erlangga perwira negara
Jawaban:
Bp Erlangga yth,
Mungkin yang bapak maksud adalah terapi suportif, yaitu terapi pendukung pada anak penderita kanker agar tetap berada pada jalur pertumbuhan normal.
Ada beberapa masalah pada anak yg menderita kanker yaitu anak akan kehilangan nafsu makan, mual atau muntah baik karena sakitnya atau karena obat yg diberikan, metabolisme yg meningkat karena pertumbuhan sel-sel kanker, depresi, dan masih banyak lagi hal-hal yang mengganggu asupan gizinya.
Oleh karena itu diperlukan terapi pendukung agar didapatkan asupan yg cukup dg pemberian diet tinggi kalori-protein maupun metoda pemberiannya. Sedangkan terapi paliatif adalah terapi yg diberikan pd penderita kanker stadium lanjut untuk meringankan keluhan sakitnya, tetapi sudah tidak untuk membasmi kankernya.
Demikian semoga jawaban cukup memuaskan.
Dr Fajar Subroto, SpA
- Dok, anak saya menderita Leukimia LMA STADIUM 2...Tapi dia juga menderita sakit thypes akut.. sejak 7 bulan lalu.Kira2 brp lama lagi dia bisa bertahan hidup?
Pengirim: Eny nurhayati
Jawaban:
Yth Ibu Eny Nurhayati,
Penyakit typhus adalah penyakit infeksi akut oleh kuman typhus, bila diobati dengan antibiotik yg cocok dg kuman tersebut maka dalam 2 minggu biasanya sudah sembuh.
Sedangkan Leukemia Mieloblastik Akut (LMA) adalah keganasan kanker sel darah putih yg bersifat akut, memerlukan protokol pengobatan yg relatif lebih lama, kira-kira 6-8 bulan. Dengan ijin Tuhan mudah-mudahan pasien LMA dg protokol pengobatan yg diberikan dapat sembuh seperti sediakala.
Memang benar bahwa pada saat pengobatan LMA bila terkena infeksi kuman akan memperberat kondisi pasien karena daya tahan tubuh yg menurun, tetapi umumnya pasien akan disembuhkan terlebih dahulu dari infeksi akut, setelahnya baru dimulai lagi protokol pengobatan LMAnya.
Apakah saat ini anak ibu sdh mulai terapi LMA-nya?
Mudah2an anak ibu segera diberikan kesehatan
Tim dr YKAKI
- Assalamualaikum wr.wb. saya ingin tanya,anak saya punya penyakit tumor mandibula pipi kiri'a itu masih jinak.itu gimana ya dokter penanganan'a harus di operasi apa gimana..???itu penyebab'a kenapa ya dokter.tapi lama kelamaan pipi'a makin bengkak.
Pengirim: Chaerunisa
Jawaban:
Ibu Chaerunnisa yth,
Tumor mandibula yang diderita anak ibu kalau memang sudah terbukti jinak bisa langsung diangkat, agar tidak makin membesar dan baik secara kosmetik maupun fungsinya.
Kalau tumor madibula yg ganas sebelum diangkat biasanya harus diperkecil terlebih dahulu dengan sitostatika.
Saran kami sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak setempat untuk menentukan tindakannya.
Salam,
Tim dr YKAKI
- Mohon informasi dok,apakah penderita rhabdomiosarcoma(mata)selain kemo ada pengobatan lain, krn anak saya umur 4th 10bln sudah trauma dgn kemo
Pengirim: Ardedimendriadi
Jawaban:
Bp Arde yth,
Pengobatan Rhabdomyosarcoma saat ini adalah kombinasi antara kemoterapi untuk mengecilkan tumornya dan mencegah metastase dengan operasi untuk pengangkatan tumornya.
Jadi saran kami adalah mengikuti prosedur pemberian kemoterapi sesuai protokol dan kemudian akan dievaluasi kemungkinan pengangkatan tumornya.
Salam,
Tim dr Ykaki
- Terima kasih sekali saya haturkan atas informasi yang diberikan oleh dr.Fajar dan YKAKI.
Namun ada satu hal lagi yang ingin saya tanyakan, dokter yang menangani adik saya juga menyarankan utk diberikan obat (yang saya lupa namanya) yang berfungsi untuk "membersihkan virus yang ada di seluruh tubuh dan memperbarui sel-sel tubuh yang rusak", obat ini harus diberikan sebanyak 5 kali dan satu kalinya itu seharga sekitar Rp.7juta (jadi total biaya utk obat ini skitar Rp.35jt). Yang saya ingin saya tanyakan, apakah obat ini sangat diperlukan mengingat kondisi adik saya lemah dan juga mengingat mahalnya harga obat tersebut. Saya ingin menanyakan efisiensi obat ini. Apakah lebih baik melakukan BMP dulu atau langsung menyetujui saran dokter atas obat ini?
Atas perhatian dan bantuan dr.Fajar dan YKAKI saya ucapkan banyak terima kasih.Wassalam.
Pengirim: Nika Vera Ardiani
Jawaban:
Yth mbak Nika,
Ada beberapa kanker atau keganasan yang dipercaya salah satu pemicunya adalah infeksi virus yang sudah pernah terjadi.
Sebaiknya untuk melakukan terapi atau tindakan lain lebih lanjut, yang utama kita perlukan adalah penentuan diagnosis kelainan atau keganasannya terlebih dahulu.
Pada leukemia tidak diperlukan terapi untuk virus seperti yang mbak Nika kemukakan, saran saya adiknya harus segera dibawa ke pusat kanker atau ahli hematologi-onkologi setempat agar mendapatkan penanganan yang baik.
Salam, dr Fajar Subroto, SpAK
- Dua hari yang lalu tiba-tiba adik saya mengalami sariawan yang memenuhi rongga mulut dan di bawah lidah, kemudian terjadi pendarahan di sariawannya tersebut yang tidak berhenti selama 2 hari.
Kemudian kami sekeluarga membawanya ke rumah sakit terdekat dan harus rawat inap. Ini kali kelima adik saya masuk RS, saat masuk RS terakhir dia diagnosa autoimun oleh dokternya. Kemudian di RS ini (RS yang berbeda), dokter memiliki kecurigaan bahwa adik saya mengidap leukimia, kemudian dokter menyarankan utk melakukan tes sumsum tulang belakang.
Tapi orang tua saya ketakutan dan menolak usul tersebut. Apa yang sebaiknya harus kami lakukan atas kejadian ini? Tes-tes apakah yang harus dijalani utk mendeteksi leukimia secara dini? Efek samping pemeriksaan awal itu apa saja? dan yang terutama gejala umum leukimia pada anak apa saja?
Saya sangat mengharap informasi tentang hal ini. Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalam
Pengirim: Nika Vera Ardiani
Jawaban:
Mbak Nika yth,
Leukemia pada anak mempunyai gejala yang bermacam-macam, diantaranya adalah pucat, panas atau demam lama yg tdk sembuh2, sariawan atau gusi bengkak dan berdarah, tanda2 perdarahan spt bintik2 merah atau kebiruan di kulit, nyeri atau sakit2 tulang, perut membuncit krn pembesaran hati dan limpa, pembesaran kelenjar getah bening leher dan lipat paha.
Penentuan diagnosis awal biasanya melalui pemeriksaan darah, sedangkan kepastian diagnosis dilakukan pemeriksaan sumsum tulang sebagai tempat produksi atau pabrik darah merah maupun putih.
Pemeriksaan sumsum tulang atau BMP (Bone Marrow Puncture) adalah pemeriksaan yg cukup sederhana, dimana anak akan dilakukan anestesi lokal utk menghilangkan sakit kemudian dengan jarum khusus diambil sedikit sumsum tulangnya berupa cairan seperti darah kurang lebih 1 cc saja.
Cairan ini akan dianalisa dilaboratorium utk menentukan jenis leukemianya, tanpa pemeriksaan yang lengkap dokter akan kesulitan untuk memberikan terapi yang tepat.
Mudah2an dengan penjelasan ini akan dapat membantu, sehingga adik akan segera sembuh kembali.
Salam, dr Fajar Subroto, SpAK
- Saya mau bertanya dok? Apakah msh ada harapan bt penderita kangker darah untuk sembuh.Ada rekomendasi utk donasi sumsum tulang belakang tidak dok?
Pengirim: Riana
Jawaban:
Ibu Riana yth,
Penyakit kanker darah yang ibu tanyakan pada pasien anak atau dewasa?
Karena keduanya mempunyai prognosis atau tingkat kesembuhan yang berbeda, selain faktor usia ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi prognosis diantaranya: jenis kelamin, penyakit lain yang menyertai, lamanya sakit, saat atau waktu ditemukan (dini atau lanjut), ada atau tidaknya penyebaran dan yang terpenting adalah jenis dari kanker darahnya.
Secara garis besar kanker darah akut dibagi menjadi 2, jenis Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) dan Leukemia Mieloblastik Akut (LMA).
Pada pasien anak LLA merupakan kanker terbanyak ditemukan, dengan pengobatan menggunakan kemoterapi mempunyai angka kesembuhan kira-kira antara 60%-80%, sedangkan jenis LMA mempunyai angka kesembuhan yang jauh lebih rendah.
Pasien dengan LMA ini yang kita sarankan untuk pengobatan dengan cangkok sumsum tulang, hanya sayangnya di Indonesia belum dapat dilakukan, sedangkan di luarnegeri seperti Singapura dan Belanda memerlukan biaya yang sangat besar.
Untuk konsultasi lebih lanjut pasien dengan kanker darah ini kita sarankan untuk menghubungi ahli hematologi-onkologi di pusat2 pengobatan kanker yang tersebar di seluruh Indonesia meskipun umumnya masih terbatas di ibukota propinsi.
Hormat kami, dr Fajar Subroto SpA(K) - Tim YKAKI
- Ponakan sy usia skr 9th,sudah 6 bln divonis CA Ovarium sebelumnya sdh konsul ke dr Obgyn dan dirujuk ke RSCM untuk dilakukan tindakan tp orang tua dari ponakan sy melakukan pengobatan alternatif di Sukabumi ternyata hasilnya bertambah buruk, pertanyaan saya selaku paman apakah masih bisa dilakukan tindakan karena menurut dr sudah mengalami metatasis dan kebetulan org tua dari ponakan sy PNS gol IV apakah bs mnggunakan fasilitas askes,sy mohon minta solusi dari dokter, terima kasih
Pengirim: Sidik lingga kusuma
Jawaban:
Bp Siddiq Lingga Kusuma Yth,
Sangat disayangkan keponakan tidak langsung menjalani pengobatan seperti yang telah dianjurkan oleh dokter di RSCM. Karena prinsip dasar pengobatan kanker itu adalah semakin cepat ditemukan dan semakin cepat diobati akan memperoleh hasil yang lebih baik.
Terkadang dengan penundaan yang dilakukan akan dapat mempengaruhi pronosis dari kanker tersebut, terutama bila sudah mengalami metastasis atau penyebaran jauh. Namun demikian, meskipun sudah dinyatakan terjadi metastasis sebaiknya keponakan bapak tetap kami anjurkan untuk dibawa kembali ke RSCM sehingga akan mendapat pengobatan yang terbaik.
Perlu diingat bahwa metastasis itu ada yang masih terbatas disekitar tumor atau metastasis jauh ke organ-organ lain, keduanya mempunyai tingkat kesembuhan yang berbeda, jadi jangan terburu-buru takut dengan istilah metastasis.
Fasilitas askes dapat digunakan secara luas, termasuk di RSCM, sebaiknya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan petugas kesehatan juga akan dengan senang hati melayani peserta askes.
Hormat kami, dr Fajar Subroto SpA(K) - Tim YKAKI